• Friday, 18 May 2012 Tidak ada Komentar

    Jantung Lebih Sehat dalam 20 Hari

    Dengan mengubah sedikit gaya hidup, kita bisa mengurangi risiko penyakit jantung hingga 92 persen.

    Apa yang terbayang ketika ada seseorang yang menyebut kata “sakit jantung”? Mungkin, kita langsung membayangkan yang seram-seram. Ini tidak sepenuhnya salah. Sebab, sampai hari ini sakit jantung masih dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang. Menurut ahli, penyakit jantung banyak disebabkan oleh gaya hidup yang semakin tidak sehat.

    Menurut Dr. dr. Muhammad Munawar, Sp.JP (K), faktor gaya hidup bisa dan perlu diubah. Lain halnya dengan faktor genetik. Dr. Munawar adalah spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Khusus Jantung Binawaluya dan dosen Divisi Aritmia Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI.

    Mengubah gaya hidup, sebenarnya tidak terlalu sulit. Cukup terapkan berbagai kebiasaan baru setiap hari seperti di bawah ini. Jika kita bisa melakukannya dengan disiplin, dijamin jantung akan senantiasa sehat.

    Hari 1 : Minum teh hijau.
    Teh hijau menngandung antioksidan yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol. Minumlah 2 cangkir teh hijau setiap hari. Panas atau dingin, sama nikmatnya.

    Hari 2 : Pelajari Label makanan.
    Sebuah penelitian di Amerika menyebutkan bawha orang yang rajin meneliti label makanan, dapat memangkas asupan kalori hingga sebanyak 50 persen. Hindari makanan yang tinggi gula, lemak, dan kalori.

    Hari 3 : Makanan ala Italia.
    Orang Italia, sangat suka menambahkan minyak zaitun murni ke dalam hidangannya. Tidak heran jika jantung mereka sehat. Minyak zaitun kaya akan MUFA (monounsaturated fatty acid atau asam lemak tak jenuh tunggal) yang dapat menaikkan kadar lemak baik dan menurunkan kadar lemak jahat. Demikian menurut dr. Diani Adriana, Sp.GK, spesialis gizi dari RS Mitra Kemayoran.

    Hari 4 : Bersahabatlah dengan gandum.
    Banyak studi menyimpulkan bahwa semakin banyak serat yang kita konsumsi, semakin kecil risiko terkena gangguan jantung. Gandum adalah sumber karbohidrat dan serat yang baik. Saat membelinya, pilihlah yang berlabel “whole grain” atau “whole wheat”.

    Hari 5 : Pesta Ikan.
    Asam lemak tak jenuh ganda yang ada pada ikan, terutama ikan laut dalam seperti salmon dan tuna, mampu meningkatkan vitalitas jantung. Menurut American Heart Association, makan 2 porsi ikan setiap minggu dapat mengurangi risiko jantung hingga sebesar 52 persen.

    Hari 6 : Awali hari dengan minum jus murni.
    Jus jeruk mengandung asam folid yang dapat menurunkan kadar homocysteine, yaitu sejenis asam amino yang dapat membahayakan jantung. Pilihan sehat lainnya adalah jus anggur karena mengandung banyak antioksidan polifenol.

    Hari 7 : Tambah porsi sayuran.
    Makanlah minimal 5 porsi sayur setiap hari. Ragamkan jenisnya supaya manfaatnya semakin maksimal.

    Hari 8 : Ngemil kacang-kacangan.
    Berdasarkan info yang didapat dari Mayo Clinic, konsumsi 100 gram kacang per minggu bisa menurunkan risiko sakit jantung hingga 1/3-nya. Kacang-kacangan mengandung serat dan asam lemak tak jenuh ganda.

    Hari 9 : Jalan kaki 20 menit sehari.
    Harvard University menyarankan kita untuk berolahraga selama minimal 2,5 jam per minggu. Bila dibagi rata, artinya kita perlu berjalan kaki sedikitnya 20 menit sehari.

    Hari 10 : Sarapan roti sehat.
    Banyak dari kita punya kebiasaan menyantap roti di pagi hari. Terkadang pakai mentega atau susu. Supaya lebih sehat, cobalah untuk menyantap roti dengan minyak zaitun.

    Hari 11 : Beralihlah ke flaxseed.
    Flaxseed adalah salah satu bahan bakanan yang banyak mengandung Omega-3. Penelitian di Amerika dan Eropa mengungkapkan, rajin mengonsumsi flaxseed dapat mengurangi risiko serangan jantung sebanyak 46 persen.

    Hari 12 : Lakukan stretching.
    Orang dewasa berusia 40 tahun ke atas yang tubuhnya lentur, ternyata memiliki risiko sakit jantung 30 persen lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang tubuhnya kurang lentur. Demikian simpulan penelitian terbaru dari Jepang. Oleh sebab itu, lakukan stretching selama 10-15 menit setiap hari.

    Hari 13 : Minum wine.
    Ray Sahelian, MD., ahli nutrisi dari Amerika mengatakan, minum 1/4-3/4 cangkir kecil red wine sesekali, tidak akan membahayakan kesehatan. Sebaiknya, red wine justru dapat menurunkan risiko gangguan jantung.

    Hari 14 : Makan kacang kedelai.
    Kacang kedelai mengandung fitoestrogen, senyawa mirip hormon estrogen yang mampu menurunkan risiko berbagai penyakit berat, salah satunya adalah sakit jantung.

    Hari 15 : Gunakan bawang putih sebagai bumbu.
    Bentuknya kecil, tapi manfaatnya besar. Satu siung-atau sekitar 300 mg bawang putih- mampu menyehatkan jantung dengan 3 cara, yaitu mencegah pengumpalan dan kerusakan pembuluh darah, serta menurunkan kolesterol.

    Hari 16 : Cukup tidur.
    Bagi yang kurang tidur, usahakan menambah jam tidur, satu jam setiap hari. Penambahan waktu satu jam itu, menurut Journal of the American Medical Association, dapat mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah sebesar 33 persen.

    Hari 17 : Perbanyak aktivitas.
    Arthur Agaston, MD., ahli jantung dan anggota dewan penasihat Prevention mengatakan bahwa orang yang aktif sepanjang hari akan lebih sehat ketimbang mereka yang hanya berolahraga selama 30 menit lalu duduk seharian di depan komputer.

    Hari 18 : Jauhi stres.
    Howard Gardner, psikolog dari Harvard University pernah berkata, salah satu penyebab stres terbesar adalah jika kita tidak mengikuti kata hati. Hindari hal ini dengan menanyakan dua pertanyaan berikut kepada diri sendiri: “Apakah saya sudah melaksanakan kata hati saya?” Dan, ” Apakah kebutuhan saya sudah tercukupi?”Pertanyaan ini akan melahirkan dorongan untuk berbuat sesuatu yang tidak bertentangan dengan kata hati sehingga kita tidak stres.

    Hari 19 : Meditasi.
    Saat bermeditasi, kita harus fokus dan melupakan segala beban pikiran. Walhasil, tekanan darah akan turun dan jantung akan berdetak lebih teratur. Setiap hari, selama 5-10 menit, usahakan untuk menjauhkan diri dari keramaian. Lalu, bermeditasilah.

    Hari 20 : Dekatkan diri kepada Tuhan.
    Bloomberg School of Public Health bersama dengan John Hopkins University pernah melakukan penelitian mengenai hubungan antara kegiataan keagamaan dengan kesehatan mental dan fisik. Disimpulkan oleh para ahli, orang yang rajin beribadah, terbukti hidup lebih tenang dan jauh dari stres. Selain itu, tidur mereka juga lebih berkualitas.

    Baca Selengkapnya >

  • Friday, 18 May 2012 Tidak ada Komentar

    Penyempitan Koroner Katerisasi, Pengobatan Tanpa Operasi Jantung

    Kompas.com - Penyumbatan pembuluh darah yang menuju jantung (koroner), khususnya pada penyempitan pada pangkal pembuluh koroner kiri (Left Main) kini sudah bisa diatasi tanpa melakukan operasi, yakni dengan menggunakan stent salut obat dan balonisasi salut obat.

    Ketika timbunan lemak (plak) dan zat-zat lain menumpuk dalam pembuluh darah sehingga menyempit, maka aliran darah menjadi terhambat. Bila penyempitan terjadi pada left main, akibatnya akan fatal dibanding penyempitan pada derah lain karena hampir dua pertiga bagian jantung tidak akan mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga darah ke jantung pun berkurang. Kondisi ini berakibat kerusakan pada otot jantung yang bisa menyebabkan kematian.

    Di negara maju seperti Amerika sekalipun, kasus penyempitan pada left main masih menjadi momok dalam penanganannya. Biasanya pasien disarankan untuk melakukan operasi pintas jantung (operasi by pass).

    Pada beberapa kasus, prosedur pintas jantung mungkin efektif untuk membuka sumbatan. Namun menurut ahli jantung Dr.dr.M.Munawar, Sp.JP (K), dari RS.Jantung Binawaluya, Jakarta, tidak semua pasien bersedia melakukan operasi bypass.

    “Pasca operasi bypass pasien masih harus minum obat pengencer darah selama satu tahun. Banyak pasien yang tidak tahan dan alergi obat, sehingga memilih melakukan cara lain yang non-bedah,” katan dr.Munawar. Ia menambahkan, operasi by pass juga tidak disarankan pada pasien dengan risiko tinggi.

    Cara non-bedah untuk penyempitan koroner disebut dengan Percutaneous Corronary Intervension (PCI). Teknik ini dirancang khusus untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah yang menyempit dengan menggunakan stent salut obat (drug eluting stent/DES) dan balon salut obat (Drug Eluting Baloon/DEB).

    “PCI relatif lebih singkat, sekitar 20 menit sampai satu jam, tergantung pada penyempitan. Risiko terjadinya penyempitan kembali juga lebih kecil,” kata dr.Munawar. Meski setelah tindakan pasien juga tetap harus mengonsumsi obat pengencer darah selama tiga bulan. “Masa minum obatnya jauh lebih singat,” tambahnya.

    Tindakan PCI dilakukan tanpa membedah jantung, setelah menyuntikkan anestesi dokter akan memasukkan sebuah selang kecil yang lentur (kateter) ke dalam tungkai atau arteri lengan. Di bantu dengan gambar di monitor, dokter mengarahkan kateter menuju arteri yang tersumbat dalam jantung.

    Selanjutnya keteter yang lebih kecil dengan balon pada ujungnya ditiup untuk memperlebar bagian arteri yang menyempit. Bila dilakukan pemasangan stent, berbentuk jalinan logam kecil yang ditempatkan di arteri, arteri terlebih dahulu dilebarkan dengan cara dikerok atau dibor. Stent dan balon ini dilapisi obat untuk membantu arteri agar tetap terbuka.

    Stent dan balonisasi yang ditempeli obat-obatan ini, menurut Dr.Martin Unverdorben, Ph.D, peneliti penyakit kardiovaskular dari Jerman, akan mencegah pertumbuhan jaringan baru.

    “Teknologi terbaru stent menggunakan polimer yang dapat diserap oleh jaringan pembuluh darah manusia. Obat juga akan dilepas perlahan-lahan sehingga risiko penyempitan berkurang,” paparnya dalam acara media edukasi mengenai Penyempitan Left Main di RS.Binawaluya beberapa waktu lalu.

    Ditambahkan oleh dr.Munawar, teknologi canggih yang ada untuk menyelamatkan nyawa dari serangan penyakit jantung koroner itu harus diimbangi dengan penanganan oleh ahli jantung yang handal serta rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. “Dokter yang handal disertai alat penunjang selama tindakan terbukti mengurangi angka mortalitas,” katanya.

     

    Sumber : www.kesehatan.kompas.com

    Baca Selengkapnya >

  • Saturday, 03 March 2012 Tidak ada Komentar

    Media Briefing Pengenalan Teknik Intervensi Non-Bedah PCI

    Jakarta, Media Briefing Pengenalan Teknik Intervensi Non-Bedah (PCI-Percutaneous Coronary Intervention) pada Kondisi Chronic Total Occlusion (CTO). RS Jantung BINAWALUYA, 2 Maret 2012, Pukul 13.00 WIB

    Sumber : www.health.detik.com

    Baca Selengkapnya >

  • Wednesday, 30 November 2011 Tidak ada Komentar

    RS Jantung Binawaluya, Rumah Sakit Jantung Swasta Pertama di Indonesia
    RS Jantung Binawaluya, rumah sakit jantung pertama di Indonesia yang menangani pasien khusus penyakit jantung bawaan dan lanjutan. (Foto: dok. RS Jantung Binawaluya)

    RS Jantung Binawaluya merupakan rumah sakit jantung pertama di Indonesia yang menangani pasien khusus penyakit jantung bawaan dan lanjutan. Salah satu kasus yang bisa ditangani RS Jantung Binawaluya adalah penyempitan pada left main.

    “Teknik non-bedah atau PCI (Percutaneous Corronary Intervention) selama ini telah sering dilakukan pada pasien-pasien kami di RS Khusus Jantung Binawaluya,” kata DR dr Muhammad Munawar SpJP (K) FIHA FESC FACC FSCAI FAPSIC FASCC FCAPSC, ahli penyakit jantung RS Jantung Binawaluya dalam acara Media Briefing & Experience “Penyumbatan Pangkal Pembuluh Koroner Kiri (Left Main)” di RS Jantung Binawaluya, Jakarta.

    Kebanggaan tersebut juga turut dilontarkan Dr Martin Unverdorben PhD, Kepala Pusat Penelitian Penyakit Kardiovaskular dari the Clinical Research Institute, Rotenburg an der Fulda, Germany, ”Salah satu rumah sakit yang kini dapat menangani kasus Left Main dengan teknik non-bedah adalah Rumah Sakit Jantung Binawaluya.”

    Sebelum menjadi rumah sakit, RS Jantung Binawaluya merupakan praktek bersama dokter spesialis yang didirikan pada 5 Januari 2004. Dengan berjalannya waktu, rumah sakit tersebut berkembang menjadi rumah sakit jantung swasta pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas rawat jalan dan rawat Inap. RS Jantung Binawaluya diresmikan oleh Walikota Jakarta Timur pada 10 September 2007.

    Menginjak usia lima tahun, RS Jantung Binawaluya telah dikunjungi pasien dari 33 Provinsi di Indonesia. RS Jantung Binawaluya mempunyai tenaga profesional yang andal dan memiliki fasilitas lengkap dan modern di bidangnya, bahkan beberapa diantaranya tidak dimiliki oleh rumah sakit lain.

    “Visi kami adalah sebagai penasihat dan konsultan kesehatan jantung dengan menyediakan pelayanan perawatan kesehatan terbaik melalui pelayanan, pengetahuan, dan pelaksanaan tindakan yang prima,” jelas Henry Michael Pattie MM selalu Managing Director RS Jantung Binawaluya.

    Dengan misi mulia memberikan pelayanan kesehatan jantung terpadu yang mengutamakan keselamatan pasien melalui konsistensi dalam penerapan standar kualitas tinggi, RS Jantung Binawaluya mengembangkan kemampuan tenaga profesional, budaya kerjasama tim dalam pelayanan, serta daya inovasi dan kreativitas.

    Dalam mewujudkan pelayanan cepat dan tepat, RS Jantung Binawaluya memberikan pelayanan 24 jam bagi pengunjung Unit Gawat Darurat (UGD) dengan menyediakan pelayanan komprehensif bermutu tinggi. Semua fasilitas yang tersedia di instalasi UGD 24 Jam RS Jantung Binawaluya dirancang khusus sesuai dengan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan pasien akan pelayanan emergency.

    Dan untuk kemudahan keluarga pasien, RS Jantung Binawaluya yang berlokasi di Jalan TB Simatupang No 71 Jakarta Timur ini sudah menambahkan fasilitas Hostel (Hospital Hostel) sehingga keluarga pasien dari luar kota Jakarta mudah memantau kerabatnya yang merupakan pasien RS Jantung Binawaluya.
    (ftr)

    Baca Selengkapnya >

  • Saturday, 24 September 2011 4 Komentar

    Medical Check Up RS. Jantung Binawaluya

    Kami mempunyai 4 pilihan paket bagi pasien yang ingin melakukan Medical Check Up di Rumah Sakit Kami, adapun pilihan paket tersebut adalah :

    Baca Selengkapnya >

Page 1 of 212»

Polling

Bagaimana Pelayanan Rumah Sakit Jantung Binawaluya menurut Anda ?

view polling results

Loading ... Loading ...
viagra